Obatnya, Ada di Solorempah

TRAVEL

“Mba Ren, seharian iki badanku meriang, perutku juga berasa kembunge’ ngombe apo yo?” keluhan akrab ini bukan terjadi di toko obat, apotek atau bahkan dokter yang biasa mengobati orang sakit di puskesmas. Mba Reni yang ada dibalik partisi sigap menyambung keluhan ini “mungkin, sampeyan masuk angin mas, sek’ aku buatkan wedang jahe yo”

Si penanya lalu manggut tanda mengamini usulan mba Reni, lalu mereka terlibat kelakar ringan seputar penyakit dan khasiat rempah yang banyak Tuhan limpahkan di negeri ini. Suasana menjadi senyap sejenak karena Reni mulai mengerjakan pesanan untuk pelanggannya dari balik dapur yang sudah terdapat beraneka ragam rempah di malam yang dingin itu di Solo.

_edited_2_MG_4111

Rempah ngga bisa dipisahkan dari kejayaan Indonesia masa lampau, walaupun masyarakat dunia lebih mengenal jalur sutera, sesungguhnya jalur rempah banyak memberi kontribusi bagi peradaban masyarakat dunia, dan kita bangsa Indonesia jadi bagian penting atas sejarah rempah yang banyak mengubah peradaban itu.

_edited_MG_4124

Sebetulnya jauh sebelum masehi rempah sudah jadi komoditas penting dunia, rempah sudah diperdagangkan berabad lamanya sebelum masehi. Perdagangan ini menempuh Asia Selatan hingga Timur tengah dan Eropa, dilakukan oleh pedagang Arab dan Cina. Di masa itu rempah miliki peranan penting bagi kehidupan, mulai dari urusan citarasa masakan, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, hingga bahan utama untuk mengawetkan mayat.

_MG_4100

Bukan tanpa alasan kalau malam itu Reni, yang sudah tahu banyak khasiat rempat menyodorkan wedang jahe ke pelanggannya yang mengeluh akibat masuk angin. Tentu bukan cuma pelanggan itu yang berkeluh kesah ke Mba Reni atas atas kebugaran yang mulai menurun. Tiga jam nongkrong di cafe Solorempah (IG: @solorempah), di Jl. Lumban Tobing, Setabelan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah (https://g.co/kgs/BkSfJv)  rasanya masih belum cukup menikmati hangatnya wedang dan berbagai jajanan lawas yang tersedia sembari ditemani sajian musik yang dimainkan beberapa orang yang ada di sisi luar cafe ini yang sengaja latihan menyambut reriaan yang bakal di gelar Malam Tahun Baru 2018 disini.

_MG_4115

_MG_4107Gimana mau ngga betah, selain musik hidup yang bermain tiada henti, di dalam cafe Solorempah ini rupanya juga ada pernak-pernik unik yang dibikin dari material recycled. Ngga cuma bisa dinikmati selagi kita ada di dalam cafe Solorempah, barang-barang itu bisa kita miliki alias dijual dengan harga yang pas untuk kantong anak muda.

_MG_4127

Pencipta barang-barang unik itu namanya Angga (IG: @oemahgondangart) dia pengembara dunia seni yang ngga dapat setuju dari orang tua atas pilihan hidupnya. Sarjana IPB jurusan Nutrisi Ternak ini pernah bekerja di institusi pemetaan, tapi ngga betah. Dia punya cara sendiri untuk dikeluarkan dari kantor tempat dia bekerja dengan cara mentato tangannya. Perkara tato inilah yang ‘menolong’ dia. Perusahaan tempat dia bekerja akhirnya mengeluarkan dia dan Angga berhasil menjadi manusia bebas seutuhnya (Lol).

WhatsApp Image 2017-12-30 at 12.03.07 AM

Bukan cerita film belaka, kenapa? Setelah menentukan pilihan hidup menjadi orang seni dan tentu atas tekad, kreatifitas dan kegigihannya itu, Angga dan team yang ada di Solorempah pernah mendapat anugerah Inacraft Award 2017 Kategori Best Prize In Category Wood, keren kan. Malam itu istri gua yang ikut bersama menikmati wedang di Solorempah menghabiskan banyak sekali waktunya untuk ngobrol bareng Angga di ruang kerjanya, sementara gua? Gua asik ngobrol sama mba Reni sesekali ambil foto dan video.

_MG_4142

Dari hasil cerita istri gua dengan Angga malam itu, katanya Angga juga pernah diundang ke Nepal untuk urusan kerajinan kayu dan material recycled. Kalau bukan malam libur panjang begini, di Solorempah kita bisa ngopi bareng bule-bule asal Slovakia, Polandia, Amerika, Belanda dll yang sengaja datang untuk menikmati hangatnya wedang sembari mereka belajar kerajinan kayu ke Angga. Mereka adalah mahasiswi Institute Seni Indonesia Surakarta dan Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta.

_MG_4146

Ide cafe yang menyajikan rempah belum terlalu banyak gua jumpai di beberapa daerah yang gua kunjungi apalagi dipadu dengan kerajinan kayu yang memanfaatkan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai. Berkesempatan dateng ke cafe Solorempah tentu jadi kesan tersendiri, betapa negeri ini banyak sekali dititipkan kekayaan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Meminjam instilah Angga sebelum pamitan untuk meninggalkan tempat ini, “perkara ini (rempah) negeri kita jadi bulan-bulanan bangsa Eropa selama ratusan tahun Mas”.

_MG_4117Batapa Tuhan itu Maha Baik bagi bangsa ini. Dengan kebaikan-Nya semoga Dia juga berikan kita banyak mba Reni-Mba Reni dan Mas Anga lain yang mau terus memanfaatkan kekayaan alam tanpa merusaknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s