Sampah Plastik yang Bikin Malu Bangsa!

ENVIRONMENT
shutterstock_556842991.2e16d0ba.fill-1200x600-c100

Microbeads pada plastik ini bisa menyebabkan bencana pada kehidupan serta lingkungan (Foto: Shutterstock)

Samudra kita sudah benar-benar disesaki oleh sampah plastik. Plastik ada di banyak kemasan, terutama minuman dan makanan, bumi sudah benar-benar penuh oleh produk plastik. US Environmental Protection Agency menyatakan bahwa hanya 9% plastik di muka bumi ini yang benar-benar terdaur ulang.

Kebiasaan membuang sampah plastik ke selokan hingga terbawa sampai ke laut adalah kebiasaan buruk yang harus dihentikan. Rasa peduli membuang sampah plastik sampai ke tempat daur ulang harusnya ada pada diri setiap orang untuk melindungi dampak buruk sampah plastik bagi lingkungan.

88 persen sampel sampah yang diambil di samudra adalah sampah plastik. Pembuangan sampah plastik sejak 1950-an telah menyebabkan akumulasi non biodegradable di lautan. Non biodegradable adalah sampah yang tidak bisa diurai oleh proses biologi. Limbah biodgradable adalah jenis limbah yang dapat pecah, dalam jumlah waktu yang wajar. Lembah non biodegradable umumnya dapat ditemukan di sampah kota sebagai limbah hijau, sampah kertas dan lain-lain.

Produk plastik menjangkau lautan terbuka melalui badai dan hanyut terbawa oleh aliran air dan angin. “Arus laut membawa benda-benda plastik, yang dibagi menjadi fragmen yang lebih kecil karena radiasi matahari,” Andres Cozar, seorang peneliti dari University of Cadiz di Spanyol, mengatakan dalam sebuah rilis, “Potongan-potongan kecil dari plastik, yang dikenal sebagai microplastics, bisa bertahan ratusan tahun dan terdeteksi pada 88 persen dari sampel permukaan laut.

Polusi plastik di permukaan laut terdiri terutama dari partikel kecil yang berasal dari potongan-potongan plastik yang telah rusak atau biasa digunakan untuk produk kosmetik yang mengandung microbeads. Microbeads adalah bulatan pastik kecil yang digunakan dalam sabun cuci muka, pasta gigi, deodoran dan hampir terdapat dalam semua produk kecantikan.

Awalnya zat ini memberikan produk kecantikan lebih baik. Tapi ternyata si kecil microbeads ini dapat menyebabkan bencana pada kehidupan serta lingkungan. Karena instalasi pengolahan air limbah tidak dirancang untuk menangani microbeads. Artinya sebagian besar dari mereka akan menumpuk di samudra. Sifat buruk Microbeads ini adalah tidak bisa terurai begitu saja hingga kapan pun.

Kita bisa melakukan hal kecil untuk mengurangi sampah plastik misalnya dengan penggunaan kantong berbahan non plastik yang bisa dipakai berulang setiap kali berbelanja ke swalayan. Dari grafik berikut, sampah plastik terbesar adalah dari kemasan, ya kantong plastik salah satunya.

Kenapa kita sebagai warga Indonesia begitu perlu batasi jumlah produksi sampah plastik? Data yang saya dapat dari ourworldindata.org berikut ini sungguh bikin malu, dari seluruh negara di dunia, Indonesia termasuk negara dengan ranking tertinggi yang gagal melakukan pengelolaan sampah plastik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s