Evolusi Komunikasi Masyarakat Dunia

TECHNOLOGY

Wise men speak because they have something to say; Fools because they have to say something. – Plato”

Tiga puluh ribu tahun lalu manusia telah menciptakan simbol sebagai sarana komunikasi, saat itu nenek moyang kita menggunakan dinding gua dan batu-batu besar sebagai sarana komunikasi. Sebuah gua yang bernama Chauvet Cave atau Chauvet-Pont-d’Arc Cave di Perancis Selatan diketahui sebagai sarana komunikasi masa lampau manusia pada masa itu. Hal ini membuktikan bahwa pada saat itu (zaman es) manusia sudah mengenal alat komunikasi dalam bentuk simbol.

site_1426_0004-495-500-20140606115943

Karya manusia purba di Gua Chauvet-Pont-d’Arc Cave di Perancis Selatan sebagai bukti komunikasi yang ingin disampaikan kepada sesama (Foto: Copyright: © MCC/DRAC, whc.unesco.org/en/documents/129614)

Lima belas ribu tahun setelah itu, Manusia Cro-Magnon yang nomaden merupakan sekelompok manusia pemburu yang memasuki Eropa dari Timur Tengah  mengumpulkan buah-buahan dan akar-akaran serta berburu hewan liar, mereka hidup di dalam gua-gua dan kemah sederhana. Dibanding kelompok sebelumnya, Manusia Cro-Magnon sudah memiliki lebih banyak perbendaharaan kata, mereka juga mulai menciptakan karya seni, seperti lukisan dinding di gua-gua yang ditemukan di Perancis, Spanyol dan Gurun Sahara. Manusia Cro-Magnon lah yang pertama kali menciptakan kalender.

Pencapaian terbesar oleh Bangsa Sumeria

Pencapaian terbesar dalam komunikasi manusia terjadi pada masa pada sekitar tahun 3.200 SM. Saat itu diketahui bangsa Sumeria sudah mengenal tulisan. Bangsa ini menciptakan alat komunikasi yang belum pernah diciptakan oleh bangsa sebelumnya yaitu Cuneiform Writing atau tulisan paku. Sistem tulisan yang kira-kira sejaman dengan hieroglyphics yang merupakan hasil kebudayaan masyarakat Mesir kuno. Orang-orang Sumeria menggunakan alat yang ditunjukkan secara jelas, yang disebut dengan stylus, untuk menuliskan karakter-karakter yang terbentuk dari penggalan kecil pada lempengan tanah liat yang lembut, yang kemudian diperkeras dengan membakarnya.

93

Tulisan Cuneiform karya Bangsa Sumeria, Bangsa ini dianggap bangsa pertama yang memiliki kepandaian tertinggi dibanding bangsa sebelumnya. (Foto milik: www.ancient.eu/image/93/)

Tulisan Cuneiform memiliki alpabet sebanyak 550 karakter. Cuneiform digunakan secara luas di Timur Tengah selama ratusan tahun. Berkembangnya sistem tulis menulis menjadikan bangsa Sumeria pandai dalam mengemas karya sastra. Syair orang-orang Sumeria yang berbentuk cerita, yang sering disebut dengan The Epic of Gilgamesh, adalah satu karya yang tertua dari bentuk sastra di dunia. Syair kepahlawanan ini adalah koleksi cerita tentang seorang pahlawan yang disebut Gilgamesh. Satu dari perjalanan Gilgamesh di dunia adalah mencari keabadian hidup. Dalam perjalanannya, dia menemukan satu orang yang selamat dari banjir yang besar yang merusak dunia. Dalam akhir cerita, Gilgamesh telah belajar kebenaran yang terbesar tentang keseluruhannya, bahwa pahlawan pasti mati karena pertempuran.

Alfabet Pertama

Perkembangan terus terjadi, evolusi komunikasi berkembang terus hingga melahirkan alfabet. Alfabet adalah daftar sejumlah huruf yang digunakan untuk menulis dalam sebuah bahasa namun tidak semua bahasa menggunakan huruf yang sama. Walaupun tidak semua alpfabet menggunakan huruf yang sama, satu hal yang dapat dipetik adalah dalam rentang kurun waktu yang sangat lama dan dalam era yang sangat berbeda manusia memiliki intuisi untuk menyampaikan cara komunikasi yang sesuai zamannya.

Hingga periode 1.500 sebelum masehi sebagian besar alat komunikasi yang digunakan manusia berbentuk alat tulis dengan metode texting dan mengumpulkan hasil karya komunikasi tersebut dalam bentuk ukiran pada batu, dinding gua, dan berbagai media tulis lain.

Berbeda dengan periode komunikasi yang terjadi pasca abad ke-16 dimana alat komunikasi yang digunakan manusia berupa optical dan audio signal. Manusia lebih leluasa mengekspresikan segala hal yang ingin disampaikan melalui alat baru komunikasi ini.

Kecepatan Era Komunikasi

Seiring makin banyaknya populasi manusia di muka bumi dan kemudahan komunikasi melalui optical dan audio signal, perkembangan metoda komunikasi pada era ini mengalami perkembangan yang sangat cepat. Jika pada masa lampau perubahan metoda komunikasi ini terjadi dalam periode abad, pada periode ini perubahan terjadi dalam hitungan tahun, bulan bahkan dalam hitungan hari.

Informasi audio dan visual yang unggul dan berlebihan dalam era internet digital ini adalah sebuah contoh dimana manusia semakin sulit membedakan fiktif dan fakta.  Kemudahan cara komunikasi ini bukan tidak menimbulkan permasalahan. Mudahnya arus komunikasi yang diterima setiap orang melalui berbagai platform memberikan beban informasi yang berlebihan (information overload) dimana masyarakat pada era ini sulit membedakan mana informasi yang aktual dan fabrikasi. Mereka yang cerdas dan yang bodoh kadang hampir tidak bisa dibedakan. Penggiringan opini masyarakat terjadi dengan sangat mudah. Informasi begitu membanjir di tengah masyarakat. Manusia hampir tidak punya batas untuk menyampaikan berbagai hal.

Komunikasi yang Kebablasan

Seperti yang Plato (427-347 SM) sampaikan Wise men speak because they have something to say; Fools because they have to say something. Pernyataan Plato 2.000-an tahun lalu selayaknya menjadi filter di era membanjirnya komunikasi pada masa kini.

Perkembangan komunikasi ini akan terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi yang tidak pernah berhenti diciptakan. Namun sebagaimana yang terjadi di dunia industri, dimana perubahan perilaku masyarakat terjadi perubahan perubahan pasca Revolusi Industri, dampak kemajuan teknologi komunikasi pun rentan terhadap perubahan perilaku manusia.

download

Informasi tersajikan dengan cepat dan mudah, filter untuk membendung kencangnya arus informasi terkikis oleh kecepatan itu (Foto: kai-odonnell.com)

Kecepatan pertukaran informasi (information exchange) yang terjadi di era optical and audio signal jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di masa lampau dianggap sudah jauh lebih cepat, tapi ingat! semua yang terjadi ini baru awal bangkitnya teknologi informasi masa depan.

 

Disrupsi Industri Kesehatan: Korban Susulan Teknologi Digital Pasca Ojek Pangkalan

TECHNOLOGY

 

The doctor of the future will give no medicine but will interest his patients in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease” – Thomas Edison.

Dimasa lampau, karena kurangnya pengetahuan, orang dengan mudah percaya dan takut akan apa yang mereka tidak mengerti. Sesuatu yang tidak mengerti dianggap misteri, magis, atau kutukan yang Tuhan turunkan ke bumi untuk membuat manusia jera melakukan kesalahan.

John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi yang pertama kali memperkenalkan Coca Cola tanggal 8 Mei 1886 mengklaim bahwa campuran sirup karamel buatanya adalah obat paten penyembuh batuk. Sejak itu ketenaran Coca Cola sebagai obat batuk terus dicoba oleh berbagai kalangan. Minuman berkaborasi yang dijual 5 sen per gelas yang mulanya hanya terjual 9 gelas per hari terus melenggang hingga penjuru dunia. Kepercayaan khalayak Amerika terhadap jargon penyembuh batuk saat itu sungguh menyihir. Ada sisi magis dalam penyebaran awal Coca Cola. Kini Medis modern membuktikan bahwa Coca Cola bukanlah penyembuh batuk.

Masyarakat Batak Toba meyakini Debata Mulajadi Na Bolon adalah Sang Pencipta. Sebagai Sang Pencipta, Debata Mulajadi Na Bolon bukan hanya menciptakan manusia dan alam sekitarnya, Debata Mulajadi Na Bolon juga menciptakan sebuah kitab panduan untuk kesehatan agar manusia bisa hidup sehat dan bisa sembuh dari penyakit. Orang yang paling mengetahui isi Kitab Pengobatan ini disebut sebagai Sibaso, Sibaso adalah Datu (Dukun perempuan).

Baik claim Coca-Cola sebagai obat batuk dan jampi-jampi sang dukun tidak memiliki bukti empirik yang dapat menjadi rujukan kongkrit dalam klaim yang diumumkan. Masyarakat modern ingin sebuah bukti empirik dan rujukan kongkrit yang dapat dilihat secara berulang ulang dan konsisten

Kini, masa yang dianggap sudah modern, profesi penyembuh ada pada dokter. Dokter yang berarti guru dalam bahasa Latin adalah seseorang yang memiliki pendidikan dan pelatihan khusus ilmu medis modern untuk menyembuhkan orang sakit  

Perkembangan pemeriksaan penyakit oleh seorang dukun berupa tafsiran telah lama ditinggalkan orang, walapun masih ada yang menggunakan pendekatan jampi-jampi, masyarakat kini lebih memercayai sebuah diagnosa yang dikeluarkan oleh seorang dokter.

Lalu apa yang (mungkin) akan terjadi di masa depan? Bisa jadi telaah bidang kedokteran dikerjakan oleh teknologi. Tahun 1997, manusia telah memimpikan pertukaran DNA setiap orang melalui cara yang mudah. Nasib orang bisa saja berubah setiap saat jika dia telah berhasil menukar DNA-nya dengan DNA orang lain. Apa yang terjadi pada film karya Andrew Niccol ini hampir tidak jauh berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Charlie Kaufman dalam film Eternal Sunshine of the spotless mind tahun 2004, dimana setiap orang bisa pergi ke perusahan yang secara khusus bisa menambah dan menghapus ingatan pada otak setiap orang dan melakukan format ulang otak layaknya hard disk drive pada komputer.

Dhealth-956x956

Bila teknologi sudah semudah itu melakukan hal-hal yang pernah dimimpikan para sutradara film puluhan tahun lalu, akan kah pekerjaan dokter digantikan oleh teknologi? Masih perlu kah si pesakit merangkak ke rumah sakit atau ke tempat praktek dokter bila semuanya sudah bisa diselesaikan melalui handphone pintar? Atau gua membayangkan ada semacan chip dalam tubuh yang secara berkesinambungan memonitor seluruh perubahan dalam tubuh sehingga informasi seluruh tubuh tersajikan sebagai langkah antisipasi akan apa yang bakal terjadi. Wallahualam.

Pemikiran Thomas Edison hampir seratus tahun lampau (1847-1931) yang gua tulis sebagai pembukaan tulisan ini, mungkin dugaan dia akan terjadinya pengebirian fungsi dunia kedokteran, cepat atau lambat, entah beberapa generasi setelah kita. Ketakutan dia akan datangnya suatu masa dimana orang-orang di muka bumi yang semakin pintar akan menggerus kenyamanan profesi kedokteran. “The doctor of the future will give no medicine but will interest his patients in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease”.

Teknologi digital dan semua peradaban yang dibawa sudah tak terbendung, tidak  ada yang bisa menghalau bola salju teknologi digital ini, ia telah banyak merenggut kesenangan orang, mulai tukang ojek, tukang majalah, tukang cetak, dan akan kah monster yang dicintai banyak orang ini juga akan menggerus kenyamanan para dokter?

Ah! Mungkin gua ajah yang terlalu berlebihan menanggapi pemikiran om Thomas. Berhayal terlalu jauh tentang Internet Of Things dan terlalu cepat menilai bahwa semua hal, termasuk dunia kesehatan juga akan diambil alih oleh digital.

fenomena gojek dan print media

TECHNOLOGY

beberapa waktu silam media cetak bersaing di medan tempur yang hampir tidak ada kejutan, semua strategi “lawan” mudah terlihat, bahkan bocoran headline yang bakal tayang pun konon lalu lalang di telinga lawan.

masih beberapa waktu silam para tukang ojek dengan mudah merebut sewa yang tidak kasat mata ada dihadapan “lawan”, bahkan udah nempel pantat sewa ke jok pengojek satu, saat itu juga pengojek lain bisa merebut dengan dalih jatah sewa.

roda berputar, kini print media ngga lagi berperang di medan yang sama dengan lawannya. sepertinya dalam beberapa tahun ini mereka bersaing dengan “lawan” dunia kasat yang ada di genggaman setiap orang, ini baru kejutan. headline yang dulu jadi selling point sekarang berhamburan bukan hanya di home digital media bahkan hanya ada di akun twiter seseorang. tiras sepertinya sudah tidak bisa lagi jadi bualan ke media buyer dengan bayaran yang tidak masuk di akal.

tidak hanya roda percetakan, roda tukang ojek pun berputar kencang, mereka yang dulu bersaing memperebutkan penumpang pada jarak satu meter kini ditinggalkan oleh #gojek yang mampu menggapai penumpang dari jarak puluhan kilo meter. kemudahan dan kenyaman juga seragam jaket hijau serta free masker yang hampir ngga pernah diperhitungkan kini jadi kejutan yang mengagumkan.

mencari tukang #ojek yang nyaman kini sudah setara dengan mendapatkan kemudahan berita. apa pun beritanya.

perubahan bisa bikin happy bisa bikin sakit hati.