Benteng Buton, Benteng Paling Besar Di Dunia

TRAVEL

Kamu tahu ngga? Benteng terbesar di dunia itu bukan ada di Inggris, Skotlandia, Rusia, atau negara-negara yang banyak bangunan benteng yang selama ini kita anggap keren. Tapi benteng terbesar di dunia itu ada di Indonesia, tepatnya di Pulau Buton.

Benteng Buton terbuat dari batu kapur berbentuk lingkaran dengan panjang keliling 2.740 meter. Guiness Book of Record pada September 2006 mencatat Benteng Buton sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 hektare.

Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang dengan 16 meriam di tiap-tiap puncak bukitnya yang menghunus ke Selat Buton. 12 pintu atau lubang yang dalam bahasa Wollo disebut Lawa mengibaratkan jumlah lubang manusia yang terdiri dari 12 lubang.

Ke-12 Lawa ini memiliki masing-masing nama sesuai dengan gelar orang yang mengawasinya,

Benteng Buton bukan hanya benteng terbesar di dunia, kekuatan Benteng Buton juga terbukti tidak tersentuh penjajah selama 400 tahun saat terjadi kolonialisme abad 16 di Indonesia.

Ki Gede Pedati Pekalangan, Pedati Paling Gede Sedunia!

TRAVEL

22552663_10214270662181486_2125319455987369959_nMenutup pelesiran singkat ke Cirebon, ketemu pedati yang paling bersejarah. Pedati milik Pangerang Walangsungsang yang dibikin pada tahun 1371 ini, konon pengerjaannya cuma semalam. Pangerang Walangsungsang atau sebutan lain Pangeran Cakrabuana adalah anak Prabu Siliwangi Padjajaran, saudara kandung Kian Santang.

IMG_7752

Menurut Ibu Taryi, yang merupakan generasi ke-14 juru kunci tempat ini, dulunya rumah ini ada di tengah kota, cuma berhubung makin padatnya penduduk jadi rumah tempat menaruh Ki Gede Pedati ini makin terpojok kedalam pemukiman.

IMG_7753

Ibu Taryi bilang dulu Ki Gede Pedati Pekalangan ini ditarik oleh seekor kerbau bule, jalannya bukan di darat melainkan terbang.

22554868_10214270664341540_5883494736049224988_nPedati ini adalah alat transportasi Sang Pangeran dalam penyebaran agama Islam di pesisir Utara Pulau Jawa. Pada masa pemerintahan Sultan Cirebon kedua yakni Sunan Gunung Jati, Ki Gede Pedati banyak digunakan untuk mengangkut material pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa,

22688056_10214270662621497_9037821724898522571_n

Ibu Taryi juga bilang bahwa pedati dengan ukuran awal ketika dibuat panjangnya 15 meter, lebar 2,5 dan tinggi 3 meter dengan 12 roda dan 1 roda bisa sampai tinggi 2 meter ini adalah pedati yang terbesar di dunia. Akibat kebakaran yang melanda desa ini tahun 1900 awal, beberap bagian pedati rusak dan kini setelah dirakit ulang menggunakan sisa yang utuh, panjangnya jadi tinggal 8.9 meter dengan 8 roda, sayang yah!

22552305_10214270662741500_2779293870198807491_n

Pasar Tomohon, (Bukan) Pasar Biasa

TRAVEL
Apa yang ada di negeri orang kadang terkesan lebih seru dibanding apa yang ada di negeri sendiri, termasuk pasar. Pasar paling seru yang pernah gua lihat sebelum ini adalah pasar Yau Ma Tei di Hongkong. Kenapa seru, beberapa tahun silam waktu gua ke Hongkong, lihat pasar dengan pemandangan kepala babi berjajar sepanjang los udah gua anggap seru. Merah merona daging babi yang baru keluar dari tempat penyimpanan gua anggap seru waktu itu. Belakangan gua dengar Indonesia juga punya pasar seru, saking serunya pasar ini dapat julukan pasar ekstrem, adanya di Manado, namanya Pasar Tomohon.

Tanggal 8 Februari 2017 lalu gua berkesempatan sambangi Pasar Tomohon. Ternyata benar, pasar ini lebih seru dari yang pernah gua lihat di Hongkong. Gimana ngga seru, di Yau Ma Tei hewan yang dijual babi dan anjing itu pun gua ngga sempat lihat proses pelepasan nyawa, di Tomohon segala rupa hewan ada lengkap dengan prosesi mengerikan dalam rangka pelepasan roh dengan jasad. Ngerih!  Ini lah pasar hewan heterogen terlengkap di Indonesia yang pernah gua lihat, ada yang bilang paling heterogen se-Asia Tenggara. Bukan cuma babi dan anjing yang ada pada etalase berlumur darah di Tomohon. Mulai ular sanca sebesar betis orang dewasa, kucing, tikus, monyet, sampai kelelawar bergelayutan di pasar Tomohon menunggu pembeli meminang daging mereka.

 

_MG_4858

Ya, beda Tomohon beda juga Yau Ma Tei. Kalau di Yau Ma Tei gua lihat hewan-hewan itu terpajang sudah dalam keadaan mati, di Tomohon lihat prosesi dari roh menempel pada jasad hewan hingga roh melayang melintasi langit-langit pasar bisa bikin eneg. Pisau tajam terlalu mainstream buat mereka. Sebuah karung, kayu pemukul,  dan alat semprot api untuk menghilangkan bulu-bulu pada hewan itu jadi alat kerja utama pedagang di pasar Tomohon.

tom 3

Eh! Apa hewannya sudah mati saat disemprot api. Ngga loh! Mereka tetap sikat binatang yang meronta-ronta kesakitan itu dan menghabisi sisa nyawa dengan guyuran api ke tubuhnya. Waktu gua disana ada yang cerita katanya sudah ada beberapa persatuan penyayang hewan yang protes atau semacam keberatan dengan cara ini, tapi ya mereka jawab gampang ajah, “ini sudah kami lakukan turun temurun dari nenek moyang kami, dari dulu nenek moyang kami melakukan ini tidak ada yang protes”. Begitu jawaban salah satu penjual waktu gua kejar pertanyaan kenapa masih lakukan cara itu. Terdengar sadis ya, tapi itu yang gua lihat ketika mereka memenuhi permintaan pembeli anjing saat gua tiba di pasar Tomohon Rabu pagi itu.

tom 1

Pasar Tomohon sebenarnya sama seperti pasar tradisional lain di Indonesia. Ada dua sisi pedagang di Pasar Tomohon yang bersebelahan, yaitu pedagang sayur dan pedagang daging. Mereka yang perlu belanja sayur yang ke sisi sayur dan setelah usai belanja sayur mau belanja belanja beraneka jenis daging ya ke los daging, biasa kan?

_MG_4861
Gua sempat datangi orang yang baru beli daging kucing, ketika gua tanya suka ya daging kucing. Dia bilang biasa ajah. Terus saat gua tanya, serupa dengan daging apa rasa daging kucing. Dia jawab dengan santai “serupa daging anjing cuma kucing lebih panas ajah, jadi terasa lebih enak di badan”. Lebih panas. Okelah Bu, sambil bayangin tangan tu ibu muda menyantap  paha kucing pakai sambal roa.

 

Get there

Gimana sih caranya ke Pasar Tomohon yang ada di ketinggian 800 meter diatas permukaan laut ini? Dari Manado ke Tomohon sangat mudah. Karena gua menginap di Hotel Aryaduta Manado, cukup menyeberang jalan pakai angkot No. 45 dari depan RS. Siloam Manado tujuan ke Pasar Kerombasan, tarifnya Rp. 4.000. Perjalanan dari RS. Siloam Manado ke pasar Kerombasan sekitar 30 menit. No worry lah, ngga bakal bosan naik angkot di Manado, sebab rata-rata angkot sudah full music, dengan volume kadang-kadang sesuka suasana hati supirnya.

Dari pasar Kerombasan menyeberang pasar menuju terminal bus. Nah disitulah tersedia banyak bus sedang jurusan Tomohon. Saat gua naik, bus sudah penuh dan kernet menawarkan untuk naik bus berikutnya. Ah tapi ngga lah, akhirnya gua duduk di tangga belakang dengan pemandangan langsung keluar. Seru!

 Turun di tempat perhentian terakhir bus ini, bukan terminal resmi tapi mereka menyebutnya terminal, ya terminal Tomohon. Dari terminal Tomohon ini menuju Pasar Tomohon bisa jalan kaki atau bisa pakai ojek motor, bayar Rp. 3.000.

 

Best Time
Hari apa dan jam berapa sih waktu terbaik mengunjungi Pasar Tomohon? Nah, seperti halnya pasar-pasar lain di Indonesia, di Tomohon juga ada hari pasar. Hari pasar di Tomohon adalah hari dimana para penjual dari gunung-gunung dan desa-desa yang sangat jauh dari luar kota Tomohon ini membawa berbagai jenis hewan mereka. Jadi kalau mau lihat betul hari pembantaian yang sebenarnya pergilah pada hari pasar yaitu hari Selasa dan Sabtu, tapi ingat ngga boleh lebih dari jam 11 siang, jam segitu komoditas sudah habis terjual. Bagusnya sih jam 6 sampai jam 8 pagi.
Lah terus gimana bisa sampai di Pasar Tomohon sepagi itu? Jangan khawatir, di sekitar Pasar Tomohon banyak sekali penginapan murah dan layak untuk orang-orang yang mau berburu “moment” pagi disana. Jadi pergi satu hari sebelumnya dan ambil penginapan di Tomohon adalah pilihan terbaik. Waktu gua disana, penginapan banyak diinapi oleh para turis Jepun dan Cina yang sengaja menginap beberapa hari di Tomohon untuk menikmati segarnya berbagai jenis hewan itu.
Kita boleh anggap Pasar Tomohon ini pasar yang ngga biasa karena membantai dengan cara yang ngga normal hewan yang akan diambil dagingnya, tapi buat orang Tomohon pasr ini adalah pasar biasa tempat mereka membeli berbagai kebutuhan daging sehari-hari. Buat yang belum pernah kesana mungkin melihat ini sebagai sebuah kekejaman, tapi gua yang pernah beberapa menit disana dan bincang dengan beberapa penjual dan pembeli rasanya menggap gua lebai saat bilang Pasar Tomohon adalah pasar yang luar biasa.
Kurang lebih dua jam perjalanan dari Manado memang cuma lihat keseruan di Pasar Tomohon ajah? ah tentu ngga! Jangan buru-buru pulang usai dari Pasar Tomohon. Di wilayah yang terbilang berada di ketinggian itu masih banyak pemandangan yang bikin seger mata, ya setidaknya menghapus pemandangan eneg selepas pembantaian.
IMG_4867
Mau tahu apa ajah tempat seru di Tomohon dan Minahasa, gua bikin tulisan terpisah deh yaa.